Pemerintahan

Jaksa Agung Lantik Kajati dan Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Kinerja Optimal

23
×

Jaksa Agung Lantik Kajati dan Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Kinerja Optimal

Sebarkan artikel ini

Faktaberitasumselnews.com-Jakarta

ST Burhanuddin memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) serta pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (29/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Dalam amanatnya,Jaksa Agung (ST Burhanuddin),menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan momen sakral yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung makna pengikatan janji kepada Tuhan, masyarakat, dan negara. Ia menekankan bahwa setiap pejabat harus mengabdikan kemampuan secara optimal dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, jabatan yang diemban bukan sekadar hak atau wewenang, melainkan alat strategis untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memimpin perubahan ke arah yang lebih baik.

Kepada para Kajati yang baru dilantik, Jaksa Agung mengingatkan bahwa mereka merupakan representasi atau etalase institusi Kejaksaan di daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan manajerial yang mumpuni serta kecepatan dan ketepatan dalam merespons berbagai persoalan di lapangan.

Selain itu, pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung juga dituntut untuk segera beradaptasi tanpa melalui masa transisi yang panjang. Hal ini mengingat Kejaksaan Agung berperan sebagai penopang utama dalam fungsi penegakan hukum melalui berbagai bidang yang saling berkaitan.

“Masing-masing bidang memiliki karakteristik dan dinamika tersendiri. Kekeliruan dalam memahami tugas dan fungsi dapat berdampak langsung pada kualitas penegakan hukum di Indonesia,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk memaknai amanah tersebut seolah-olah sebagai penugasan terakhir, sehingga kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Berikan yang terbaik, bukan semata karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai wujud integritas dan kehormatan diri.

Tunjukkan kinerja yang tidak hanya memenuhi target, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna bagi institusi, bangsa,dan negara,” pungkasnya.

Red (**Tim Auditor).