FaktaberitasumselNews.com-Muratara
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap tempat ibadah terlihat di Desa Muara Kuis, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Kuis bersama perangkat desa dan masyarakat melaksanakan gotong royong memperbaiki serta merapikan bagian atap Masjid Al-Huda yang kondisinya mulai rapuh.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, di Dusun V Tanjung Beringin, Desa Muara Kuis.
Gotong royong dilakukan dengan melibatkan masyarakat bersama perangkat desa. Sejumlah warga terlihat bahu-membahu mengerjakan perbaikan bagian atap, menyiapkan material bangunan, membersihkan lingkungan masjid, serta merapikan fasilitas di sekitar tempat ibadah.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik Masjid Al-Huda, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian bersama untuk menciptakan tempat ibadah yang aman, bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Desa Muara Kuis,Mulkan Japri, turut hadir dan mendampingi perangkat desa serta masyarakat dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Mulkan mengatakan,pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendorong semangat kebersamaan masyarakat, khususnya dalam menjaga dan merawat fasilitas umum maupun tempat ibadah.
“Kami dari pemerintah desa turut serta dalam gotong royong memperbaiki atap masjid di Dusun V. Selain memperbaiki bangunan, kegiatan seperti ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga,” ujar Mulkan.
Menurutnya,keberadaan masjid bukan hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.
Karena itu,kebersihan dan kondisi lingkungan masjid perlu mendapat perhatian bersama. Mulai dari perbaikan atap, kebersihan halaman, pemeliharaan fasilitas, hingga penataan lingkungan sekitar harus dilakukan secara berkelanjutan.
Gotong Royong Jadi Wujud Kepedulian Masyarakat
Mulkan menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan bukti nyata masih kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat Desa Muara Kuis.
Menurutnya,ketika pemerintah desa dan masyarakat bersatu, berbagai pekerjaan yang menyangkut kepentingan bersama dapat dilakukan dengan lebih ringan.
Selain memperbaiki sarana ibadah, gotong royong juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial serta membangun rasa memiliki terhadap fasilitas yang digunakan bersama.
“Kebersamaan adalah kekuatan. Gotong royong merupakan bentuk kepedulian kita terhadap tempat ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat,” tutup Mulkan.
Kegiatan Jum’at Barokah tersebut diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas ibadah serta lingkungan Desa Muara Kuis agar tetap aman, bersih dan nyaman bagi seluruh warga.
Redaksi : FaktaberitasumselNews.com












