HukumNewsPeristiwa

CHAT WHATSAPP“MEDIA PRES”KEPADA ABDUL AZIZ BEREDAR, PIHAK KELUARGA PAK DARMADI MINTA KONDISI SAKIT DIHORMATI

4
×

CHAT WHATSAPP“MEDIA PRES”KEPADA ABDUL AZIZ BEREDAR, PIHAK KELUARGA PAK DARMADI MINTA KONDISI SAKIT DIHORMATI

Sebarkan artikel ini

FaktaberitasumselNews.com-Sumsel

Sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara pihak yang menggunakan nama “Media Pres” dengan Abdul Aziz, yang disebut sebagai pengacara di Lubuklinggau, beredar dan menjadi perhatian.

Dalam percakapan tersebut,terlihat adanya komunikasi mengenai Pak Darmadi, seorang guru yang sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala sekolah. Dari isi pesan, pihak “Media Pres” menyampaikan adanya kunjungan serta permintaan bantuan kepada Abdul Aziz.

Salah satu pesan dalam percakapan tersebut berbunyi,“Kami ni cuma nak minta bantu alakadar…” Disusul pesan lain yang meminta maaf dan menyampaikan harapan agar dapat saling membantu.

Dalam percakapan itu juga disebut nama Pak Darmadi. Bahkan terdapat pesan yang menyebut, “Gek pak Darmadi tu saro kami tindak,” serta komunikasi mengenai Abdul Aziz yang disebut sebagai pengacara di Lubuklinggau.

Menanggapi adanya komunikasi tersebut, pihak keluarga Pak Darmadi menyampaikan bahwa saat ini yang bersangkutan sedang sakit dan sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah.

Pihak keluarga mengatakan, ketika Pak Darmadi masih menjabat sebagai kepala sekolah, dirinya selalu mengedepankan komunikasi terbuka dengan berbagai pihak.
“Ada oknum menghubungi kak kami yang saat ini sedang sakit, Pak Darmadi Guru. Saat beliau masih kepala sekolah, sering ada komunikasi. Saya selalu menyampaikan buka komunikasi dengan baik ke pihak mana pun, jangan anti kritik,” ujar pihak keluarga.

Menurutnya, sikap terbuka tersebut bukan berarti pihak keluarga tidak akan memberikan pembelaan apabila Pak Darmadi berada dalam posisi yang dirugikan. Namun, pihak keluarga menilai pembelaan secara terbuka dalam kondisi Pak Darmadi sedang sakit bukan langkah yang tepat.

“Bukan saya tidak mau membela, apalagi secara terbuka, kurang elok rasanya.”
Pihak keluarga juga mempertanyakan masih adanya pihak yang berkomunikasi atau membawa-bawa nama Pak Darmadi, meskipun yang bersangkutan kini sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah.
“Saat ini beliau sedang sakit, sudah tidak lagi kepala sekolah,tapi masih ada saja oknum-oknum yang bermain-main.”

Pihak keluarga menegaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah berupaya diselesaikan melalui komunikasi secara baik-baik. Namun, apabila masih ada pihak yang mencoba melakukan tindakan yang dianggap merugikan atau mengganggu Pak Darmadi, pihak keluarga menyatakan siap mengambil sikap.

“Sudah dijelaskan baik-baik, maka saya pastikan berada di depan. Segala keinginan pasti saya layani.”Pihak keluarga berharap seluruh pihak dapat menghormati kondisi Pak Darmadi yang saat ini sedang sakit serta tidak melakukan komunikasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Sementara itu,keaslian, konteks lengkap, serta maksud dari percakapan WhatsApp yang beredar masih perlu dikonfirmasi kepada seluruh pihak terkait. Tangkapan layar tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau perbuatan melawan hukum.

Faktaberitasumselnews.com akan berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak “Media Pres”, Abdul Aziz, maupun pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan berimbang.

Redaksi : FaktaberitasumselNews.com