NewsPeristiwa

Diduga Program Revitalisasi SDN Sungai Jauh Tak Libatkan P2SP, Pengawasan Dipertanyakan

12
×

Diduga Program Revitalisasi SDN Sungai Jauh Tak Libatkan P2SP, Pengawasan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

FaktaberitasumselNews.com-Muratara

Pelaksanaan program revitalisasi SD Negeri Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi sorotan.Pasalnya, muncul dugaan bahwa dalam proses pelaksanaan kegiatan tersebut tidak melibatkan secara langsung Perwakilan Pelaksana Pengawasan Sekolah dan Pendidikan (P2SP) sebagaimana yang dipertanyakan oleh masyarakat.

Program revitalisasi yang disebut menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah itu kini menjadi perhatian warga. Mereka mempertanyakan mekanisme pengawasan, transparansi pelaksanaan pekerjaan, hingga kesesuaian antara perencanaan dan realisasi pembangunan di lapangan.

Informasi tersebut diperoleh setelah adanya warga yang memantau proses pekerjaan dan mempertanyakan keberadaan serta keterlibatan P2SP dalam kegiatan revitalisasi sekolah.

“Kami tidak melihat ada keterlibatan P2SP di sini. Padahal lembaga ini yang seharusnya ikut mengawasi agar pelaksanaan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” ungkap salah seorang warga yang memantau jalannya pekerjaan, Minggu (11/10/2026).

Dalam pelaksanaan program pembangunan maupun rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, aspek pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan penggunaan anggaran.

Sejumlah tugas yang dikaitkan dengan pelaksanaan P2SP antara lain membantu proses perencanaan, penyusunan dokumen dan kebutuhan pembangunan, pengelolaan pelaksanaan secara swakelola, pengawasan pekerjaan, dokumentasi progres,hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Karena itu,dugaan tidak adanya keterlibatan P2SP dalam revitalisasi SDN Sungai Jauh memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bagaimana mekanisme pengawasan kegiatan tersebut dilaksanakan.

Warga juga mengkhawatirkan apabila pengawasan tidak berjalan optimal, dapat terjadi ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dengan pekerjaan yang direalisasikan di lapangan.

wartawan telah mendatangi SDN Sungai Jauh guna meminta konfirmasi kepada Kepala Sekolah, Tamimi.Namun,saat wartawan berupaya menemui yang bersangkutan di sekolah,Kepala Sekolah disebut tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi terkait dugaan keterlibatan P2SP.mekanisme pelaksanaan revitalisasi, serta penggunaan anggaran pun belum mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah.

Dengan demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala SDN Sungai Jauh maupun pihak terkait yang dapat menjelaskan secara langsung mengenai mekanisme pelaksanaan dan pengawasan program revitalisasi tersebut.

Masyarakat berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pelaksanaan program revitalisasi SDN Sungai Jauh.

Menurut warga,keterbukaan informasi penting agar tidak muncul persepsi negatif maupun keraguan terkait pelaksanaan program yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut.

Masyarakat juga meminta agar apabila diperlukan, dilakukan pengecekan terhadap dokumen perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, progres pembangunan, serta laporan pertanggungjawaban kegiatan.

Hingga saat ini, dugaan mengenai tidak dilibatkannya P2SP tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi dari pihak-pihak yang berwenang. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala SDN Sungai Jauh, P2SP, Dinas Pendidikan Muratara, maupun pihak terkait lainnya.

FaktaberitaSumselNews.com.com