Peristiwa

Kapolsek Rawas Ulu Takziah ke Rumah Duka Korban Hanyut di Sungai Rawas

38
×

Kapolsek Rawas Ulu Takziah ke Rumah Duka Korban Hanyut di Sungai Rawas

Sebarkan artikel ini

Faktaberitasumselnews.com-Muratara

Kapolres Musi Rawas Utara Polda Sumsel,Kapolsek Rawas Ulu, Iptu Hary Suharto, S.Pd., M.Si., melaksanakan takziah ke rumah duka korban anak yang hanyut terbawa arus Sungai Rawas, Rabu (22/04/2026).

Kehadiran Kapolsek bersama jajaran merupakan bentuk kepedulian dan empati Polri terhadap keluarga korban yang tengah berduka. Dalam kesempatan tersebut, Iptu Hary Suharto menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada pihak keluarga.

“Kami dari Polsek Rawas Ulu turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya.

Korban diketahui merupakan anak berusia 11 tahun yang sebelumnya dilaporkan hanyut pada Kamis (16/04/2026) di wilayah Desa Sungai Baung. Setelah dilakukan pencarian selama enam hari oleh tim gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Desa Lesung Batu.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp,Kapolres Muratara Polda Sumsel,Melalui Kapolsek Rawas Ulu Iptu Hary Suharto,S.Pd.,M.Si.,menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan, baik dari TNI, Polri, BPBD, tim SAR, pemerintah daerah, relawan, maupun masyarakat yang telah bekerja keras tanpa lelah selama proses pencarian. Ini adalah bentuk sinergi dan kepedulian bersama yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Kami mengingatkan kepada para orang tua agar selalu memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di sekitar sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.

Red Kaperwil Sumsel (**).